Wayang Golek
Wayang golek adalah saudaranya wayang kulit dari tanah Sunda. Berbeda dengan wayang kulit yang dimainkan sebagai bayangan di balik layar, wayang golek tampil tiga dimensi — boneka kayu yang bisa dipegang, diputar, dan diperlihatkan langsung kepada penonton.
Setiap boneka dipahat dari satu balok kayu, wajahnya diukir dengan ekspresi yang mencerminkan karakter: raja yang tenang, ksatria yang tegas, punakawan yang jenaka. Kostumnya dijahit dari kain dengan detail yang bisa melebihi kostum manusia — lengkap dengan mahkota, selendang, dan perhiasan miniatur.
Pertunjukan wayang golek — disebut pakeliran — bisa berlangsung dari sore hingga subuh. Dalang memainkan semua karakter sendirian, berganti suara dan intonasi untuk setiap tokoh, sementara nayaga mengiringi dengan gamelan Sunda yang berbeda karakternya dari gamelan Jawa.
Wayang golek paling dikenal lewat karakter Cepot — sosok punakawan bermuka merah, berhidung bulat, dan berwatak kocak yang sering menjadi juru bicara kritik sosial dengan cara yang mengundang tawa.